Kontak Kami

( pcs) Checkout

# Gunakan Kode Voucher GRATISONGKIR untuk mendapatkan potongan ongkos kirim senilai 10.000 rupiah # Tahan tombol CTRL lalu tekan tombol D pada keyboard anda untuk menyimpan alamat website kami dan memudahkan kunjungan kembali
Beranda » Artikel Terbaru » Kenapa Kejahatan Senjata Api di Jepang Rendah ?

Kenapa Kejahatan Senjata Api di Jepang Rendah ?

Diposting pada 30 August 2017 oleh Raiby.com

Jepang adalah salah-satu negara yang memiliki tingkat kejahatan senjata api yang terendah di dunia. Dua tahun lalu hanya ada enam kasus kematian, sementara di AS ada 33.599 kasus serupa. Apa rahasianya?

Jika Anda ingin membeli senapan di Jepang, Anda perlu kesabaran dan kemauan kuat. Anda harus mengikuti kursus perihal senjata api di dalam kelas sepanjang hari, mengambil ujian tertulis dan lulus tes menembak dengan nilai minimal 95%.

Ada juga tes kesehatan, mental dan obat-obatan. Catatan kriminal Anda juga diperiksa dan polisi memastikan Anda tidak terhubung dengan kelompok-kelompok ekstremis.

Kemudian mereka memeriksa kerabat Anda dan bahkan rekan kerja Anda. Dan lebih dari itu, polisi memiliki kekuatan untuk menolak izin pemilikan senjata, serta berhak mengambil kembali senjata tersebut.

Tapi itu belum semuanya. Pistol jelas dilarang. Hanya senapan dan senapan angin yang diperbolehkan.

Hukum di negara itu juga membatasi jumlah toko senjata. Setidaknya ada 40 toko senjata di Jepang, sehingga diperkirakan di setiap prefecture – semacam wilayah setingkat provinsi – ada tidak lebih dari tiga toko.

Dan, Anda hanya dapat membeli peluru baru dengan mengembalikan sisa peluru yang Anda beli pada kunjungan terakhir Anda.

Polisi juga harus diberitahu di mana pistol dan peluru milik Anda disimpan – pistol dan pelurunya harus disimpan secara terpisah dengan kunci berbeda. Polisi akan memeriksa senjata Anda setahun sekali.

Dan setelah tiga tahun izin Anda habis, Anda harus mengikuti kursus dan harus lulus tes kembali.

Kenyataan seperti ini membantu menjelaskan mengapa kasus penembakan massal di Jepang sangatlah langka. Ketika terjadi pembunuhan massal, sang pembunuh acap menggunakan pisau.

Di Jepang, aturan hukum yang ketat perihal senjata api diperkenalkan pada tahun 1958, namun ide di balik kebijakan seperti itu sudah berlangsung berabad-abad.

“Sejak sebuah senjata dibawa memasuki negara itu, maka yang berlaku adalah aturan hukum perundang-undangan yang ketat,” kata Iain Overton, pimpinan Action on Armed Violence dan penulis buku Gun Baby Gun.

“Mereka adalah bangsa pertama yang menerapkan undang-undang perihal senjata di seluruh dunia dan saya pikir itu merupakan pijakan penting yang mengatakan bahwa senjata benar-benar bukanlah bagian dari masyarakat sipil.”

Hasilnya? Jepang menjadi negara dengan tingkat yang sangat rendah dalam kepemilikan senjata – 0,6 senapan per 100 orang pada tahun 2007, menurut Small Arms Survey, dibanding 6,2 di Inggris dan Wales dan 88,8 di AS.

Polisi Jepang jarang menggunakan senjata api dan lebih menekankan pada seni bela diri. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan berlatih kendo (aksi bela diri berkelahi dengan pedang yang terbuat dari bambu) ketimbang bagaimana menggunakan senjata api.

Sumber: www.bbc.com/indonesia/dunia-38540340

Bagikan informasi tentang Kenapa Kejahatan Senjata Api di Jepang Rendah ? kepada teman atau kerabat Anda.

Kenapa Kejahatan Senjata Api di Jepang Rendah ? | Raiby.com

Belum ada komentar untuk Kenapa Kejahatan Senjata Api di Jepang Rendah ?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 230.000
Ready Stock / Parfum Pheromone Connubial



SIDEBAR