Menafkahi Anak dan Istri Termasuk Sedekah: Hak, Hikmah, dan Keutamaannya
Menafkahi keluarga merupakan salah satu kewajiban utama seorang suami dalam Islam. Namun kewajiban ini bukan sekadar tanggung jawab lahiriah, melainkan juga memiliki nilai ibadah yang sangat besar. Bahkan, nafkah yang diberikan kepada anak dan istri tercatat sebagai sedekah, sehingga seorang suami mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT selama ia menunaikannya dengan niat yang benar.
Artikel ini membahas secara runtut mengenai konsep nafkah, hukumnya, bentuk-bentuknya, hingga keutamaan menafkahi keluarga sebagai sedekah.
1. Makna Nafkah dalam Islam
Secara bahasa, nafkah berasal dari kata an-nafaqah yang berarti pengeluaran. Dalam konteks keluarga, nafkah adalah segala bentuk pemenuhan kebutuhan istri dan anak, baik berupa:
- Makanan dan minuman
- Pakaian
- Tempat tinggal
- Pendidikan
- Kesehatan
- Keamanan dan perlindungan
- Kebutuhan harian lain sesuai kelayakan
Islam mewajibkan suami untuk memenuhi nafkah sesuai kemampuan dan standar umum masyarakat (‘urf).
2. Dalil Kewajiban Memberikan Nafkah
a. Al-Qur’an
Allah berfirman:
“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi wanita… karena mereka menafkahkan sebagian harta mereka.”
(QS. An-Nisa: 34)
Juga dalam ayat lain:
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya…”
(QS. At-Thalaq: 7)
b. Hadis Nabi
Rasulullah SAW bersabda:
“Cukuplah seseorang dianggap berdosa jika ia menelantarkan orang yang menjadi tanggung jawabnya.”
(HR. Abu Dawud)
Kewajiban nafkah ini menegaskan bahwa suami memiliki beban syariat untuk mencukupi keluarganya.
3. Menafkahi Keluarga Termasuk Sedekah
Salah satu keindahan Islam adalah bahwa kewajiban keluarga sekaligus bernilai sedekah.
a. Hadis Utama
Nabi SAW bersabda:
“Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar untuk budak, satu dinar sedekah kepada orang miskin, dan satu dinar yang kamu nafkahkan untuk keluargamu; yang paling besar pahalanya adalah yang kamu nafkahkan untuk keluargamu.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa nafkah kepada keluarga lebih utama dari sedekah lain.
b. Niat yang Mengubah Nafkah Menjadi Sedekah
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Apa saja yang engkau belanjakan mencari ridha Allah, maka engkau diberi pahala karenanya, bahkan makanan yang engkau suapkan ke mulut istrimu pun (berpahala).”
(HR. Bukhari & Muslim)
Artinya, nafkah keluarga menjadi sedekah ketika disertai niat:
- Menjalankan kewajiban
- Mencari ridha Allah
- Memberikan kenyamanan kepada keluarga
- Menjaga mereka dari kesulitan
4. Bentuk-Bentuk Nafkah yang Bernilai Sedekah
a. Nafkah Wajib
Nafkah yang wajib dan bernilai ibadah:
- Makan-minum yang layak sesuai kondisi ekonomi.
- Pakaian yang pantas dan sesuai kebutuhan.
- Tempat tinggal yang aman dan memadai.
- Pendidikan anak, termasuk kebutuhan sekolah.
- Kesehatan, seperti obat, pemeriksaan, dan perawatan.
- Biaya kehidupan sehari-hari, termasuk listrik, air, dan transportasi.
b. Nafkah Sunnah atau Tambahan
Nafkah tambahan kepada keluarga juga termasuk sedekah, misalnya:
- Uang jajan anak
- Hadiah untuk istri atau anak
- Membiayai rekreasi keluarga
- Menyediakan fasilitas kenyamanan di rumah
Semua ini bernilai sedekah selama diniatkan untuk kebaikan.
5. Nafkah sebagai Bentuk Tanggung Jawab dan Cinta
Menafkahi keluarga bukan hanya soal materi, tetapi juga bentuk kasih sayang dan perlindungan. Nafkah yang baik akan:
a. Membangun Rumah Tangga Sakinah
Kecukupan kebutuhan membuat keluarga tenang dan jauh dari konflik.
b. Memperkuat Ikatan Suami-Istri
Pemberian nafkah menunjukkan kepedulian dan perhatian suami kepada istri dan anak.
c. Membentuk Anak yang Tumbuh dalam Lingkungan Terjaga
Pemenuhan kebutuhan fisik dan mental anak sangat menentukan masa depannya.
6. Nafkah dalam Batas Kemampuan
Islam tidak membebani seseorang melebihi kemampuannya. Allah berfirman:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)
Karena itu, nafkah menyesuaikan kondisi ekonomi suami. Yang penting adalah:
- Tidak pelit
- Tidak boros
- Tidak menelantarkan keluarga
7. Kesalahan Umum Terkait Nafkah
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
a. Memberi sedekah ke luar rumah, tetapi mengabaikan keluarga
Padahal sedekah paling utama adalah untuk keluarga.
b. Tidak transparan soal keuangan
Menimbulkan salah paham dan konflik.
c. Menganggap nafkah hanya berupa uang
Padahal nafkah juga termasuk perhatian, waktu, dan perlindungan.
d. Mengutamakan gengsi daripada kebutuhan keluarga
Nafkah harus sesuai skala prioritas.
8. Penutup: Nafkah sebagai Ibadah yang Berkesinambungan
Menafkahi anak dan istri bukan sekadar beban, tetapi ibadah besar yang pahalanya terus mengalir setiap hari. Dengan niat yang benar, setiap rupiah yang dikeluarkan:
- Menghapus dosa
- Mengundang ridha Allah
- Menjadi sedekah yang paling utama
- Membentuk keluarga yang bahagia dan berkah
Islam memuliakan peran suami sebagai penafkah, dan memberikan ganjaran besar atas upaya tersebut. Karena itu, berikanlah nafkah dengan ikhlas, layak, dan penuh cinta.
Menafkahi Anak dan Istri Termasuk Sedekah: Hak, Hikmah, dan Keutamaannya
Artikel Lainnya
Harga Rp. 80.000 Jual Charger batrai merek Firefox, model L3S10, input power: AC 100V-240V, 50Hz-60Hz 0.2 max. Output DC 12.6V, 1.0A. Quick charger firefox dilengkapi lampu indikator yang menyala mera...
B2 – Harga Jual Rp. 150.000 B4 – Harga Jual Rp. 300.000 Beli di TOKOPEDIA klik https://www.tokopedia.com/raibycom/produk-brq-motor-b2-b4-150cc-pcx-nmax-xmax-lexy-aerox-adv-katalis-bbm Note...
Harga Rp. 17.000 Pasta Gigi Herbal Propolis Membantu membersihkan gigi serta menjaga gigi dan rongga mulut tetap sehat. CARA PENGGUNAAN : Aplikasikan pasta gigi secukupnya pada sikat gigi. Gosok gigi ...
Harga Jual Rp. 34.900 Beli di TOKOPEDIA klik https://www.tokopedia.com/raibycom/tiang-penyangga-tanaman-8×900-mm-5pcs-lanjaran-ajir-turus-plant-stake – 5 tiang penyangga– Ukuran tingg...

Saat ini belum tersedia komentar