Mengenal ARA dan ARB Saham IHSG: Aturan Terbaru 2025 yang Wajib Dipahami Investor
Dalam dunia saham Indonesia, istilah ARA dan ARB adalah dua hal yang sangat sering ditemui, terutama saat pasar sedang ramai, euforia, atau justru panik. Sayangnya, masih banyak investor—khususnya pemula—yang belum benar-benar memahami apa arti ARA dan ARB, bagaimana cara kerjanya, serta apa saja perubahan aturannya di tahun 2025.
Artikel ini akan membahas ARA dan ARB secara lengkap, sederhana, dan mudah dipahami, sesuai dengan aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) terbaru yang berlaku pada 2025.
Apa Itu ARA dan ARB?
1. Auto Rejection Atas (ARA)
ARA adalah batas kenaikan harga maksimum saham dalam satu hari perdagangan.
Jika harga saham sudah mencapai batas ARA, maka:
- Order beli di atas harga tersebut akan otomatis ditolak oleh sistem BEI
- Harga saham tidak bisa naik lebih tinggi lagi hari itu
Biasanya ARA terjadi saat saham:
- Sedang euforia
- Ada sentimen positif besar
- Banyak investor berebut beli
2. Auto Rejection Bawah (ARB)
ARB adalah batas penurunan harga maksimum saham dalam satu hari perdagangan.
Jika harga sudah menyentuh ARB:
- Order jual di bawah batas tersebut akan ditolak
- Harga saham tidak bisa turun lebih dalam hari itu
ARB sering terjadi saat:
- Pasar panik
- Ada berita buruk
- Banyak investor ingin cut loss bersamaan
Tujuan Penerapan ARA dan ARB
BEI menerapkan ARA dan ARB bukan untuk “mengganggu” investor, tapi untuk:
- Menjaga stabilitas pasar
- Mencegah lonjakan atau kejatuhan harga yang ekstrem
- Memberi waktu investor untuk mencerna informasi
- Mengurangi risiko manipulasi harga
Singkatnya, ARA dan ARB adalah rem pengaman pasar saham.
Aturan ARA dan ARB Terbaru 2025
Mulai 8 April 2025, BEI menerapkan penyesuaian aturan melalui revisi Peraturan Nomor II-A. Batas ARA dan ARB kini ditentukan berdasarkan rentang harga saham.
Batas ARA dan ARB Saham 2025
| Harga Saham | Batas ARA | Batas ARB |
|---|---|---|
| Rp50 – Rp200 | +35% | −35% |
| > Rp200 – Rp5.000 | +25% | −25% |
| > Rp5.000 | +20% | −20% |
Artinya, semakin mahal harga saham, semakin sempit batas pergerakannya.
Contoh Perhitungan ARA dan ARB
Misalnya:
- Harga saham ABC kemarin: Rp1.000
- Harga tersebut masuk kategori Rp200 – Rp5.000
Maka:
- ARA = Rp1.000 + 25% = Rp1.250
- ARB = Rp1.000 − 25% = Rp750
👉 Harga saham ABC hari ini hanya bisa bergerak di antara Rp750 sampai Rp1.250.
Jika ada order beli di Rp1.300 atau jual di Rp700, sistem BEI akan otomatis menolak.
Catatan Penting: Acuan Harga
Batas ARA dan ARB tidak selalu dihitung dari harga penutupan kemarin, tapi dari Acuan Harga, yaitu:
- Harga penutupan sebelumnya
- Harga teoritis setelah corporate action (stock split, right issue, dll)
- Harga IPO untuk saham baru
Karena itu, setelah corporate action, batas ARA/ARB bisa terlihat “berubah drastis”.
Bagaimana dengan Isu ARB −15% di 2025?
Pada 2025 sempat ramai diberitakan bahwa ARB diturunkan menjadi −15%.
Hal ini muncul karena:
- Arahan OJK
- Kondisi pasar yang sangat volatil
- Kebijakan pengamanan sementara
Namun perlu dipahami:
- Aturan baku BEI tetap mengacu pada Peraturan II-A
- Penyesuaian −15% biasanya bersifat situasional atau sementara
- Investor wajib mengecek pengumuman resmi BEI pada hari perdagangan tersebut
Jadi, jangan hanya mengandalkan headline berita—cek aturan yang benar-benar berlaku hari itu.
Hubungan ARA–ARB dengan Trading Halt IHSG
Selain ARA dan ARB per saham, BEI juga menerapkan trading halt untuk seluruh pasar jika IHSG turun tajam.
Aturan umumnya:
- IHSG turun lebih dari 8% → perdagangan dihentikan sementara
- Jika penurunan berlanjut hingga sekitar 15% → halt lanjutan
- Penurunan ekstrem (sekitar 20%) → bisa berujung suspend lebih lama
Tujuannya sama: meredam kepanikan dan menjaga pasar tetap tertib.
Dampak ARA dan ARB bagi Investor
Saat ARA
- Sulit beli di harga atas
- Antrean beli panjang
- Risiko beli di puncak harga
Saat ARB
- Sulit cut loss
- Saham bisa “nyangkut”
- Tekanan psikologis tinggi
Karena itu, memahami ARA dan ARB sangat penting dalam manajemen risiko.
Tips Menghadapi Saham ARA dan ARB
- Jangan FOMO saat saham ARA
Saham ARA belum tentu aman untuk dikejar. - Gunakan limit order, bukan market order
Terutama saat pasar volatil. - Perhatikan volume dan antrian
ARA/ARB tanpa volume besar sering tidak bertahan lama. - Selalu cek pengumuman BEI
Terutama saat pasar sedang ekstrem.
Kesimpulan
ARA dan ARB adalah bagian penting dari mekanisme perdagangan saham di IHSG.
Dengan aturan terbaru 2025:
- Batas pergerakan saham semakin jelas
- Perlindungan pasar diperkuat
- Investor dituntut lebih disiplin dan sadar risiko
Memahami ARA dan ARB bukan hanya soal teori, tapi kunci agar tidak salah langkah saat pasar sedang panas atau panik.
Mengenal ARA dan ARB Saham IHSG: Aturan Terbaru 2025 yang Wajib Dipahami Investor
Artikel Lainnya
Harga Rp. 119.000 Beli di TOKOPEDIA klik https://www.tokopedia.com/raibycom/lem-pc-11-lumber-epoxy-putty-perbaiki-kayu-furniture-mebel-wooden Lem PC Fix Lumber Epoxy Putty adalah lem import dari USA u...
Harga Jual Rp. 240.000 Beli di TOKOPEDIA klik https://www.tokopedia.com/raibycom/kandang-burung-perkutut-rotan-jambu-rajut-sangkar-anyaman-kutut-lokal KANDANG BURUNG PERKUTUT ROTAN MODEL JAMBU, DIAMET...
Harga Rp. 14.500 Beli di TOKOPEDIA klik https://www.tokopedia.com/raibycom/planter-bag-30-liter-easy-grow-planterbag-pohon-buah-besar-30l 30 Liter, Warna Hijau, 2 Handle StandartDiameter 34 x tinggi 3...
Harga Jual Rp. 1.300.000 Beli aman di TOKOPEDIA klik https://www.tokopedia.com/raibycom/hit-power-squat-original-lejel-seperti-excider-alat-olahraga-fitnes PRODUK DIJAMIN 100% ORIGINAL LEJEL…!!!...

Saat ini belum tersedia komentar